Showing posts with label Pre Historic. Show all posts
Showing posts with label Pre Historic. Show all posts

Thursday, May 28, 2009

Nenek Moyang Primata

Fosil makhluk berusia 47 juta tahun yang hampir lengkap ini diyakini punya hubungan dekat dengan nenek moyang bangsa primata.

Ukuran tubuhnya hampir sebesar kucing dengan empat kaki dan berekor panjang. Sosok makhluk purba yang terekam dalam fosil nyaris utuh itu dapat memberi informasi penting mengenai nenek moyang bangsa primata, termasuk kera besar bahkan manusia.

Para ilmuwan memperkirakan fosil tersebut umurnya 47 juta tahun. Fosil tersebut kemungkinan berasal dari hewan muda yang mati saat berumur antara 9 hingga 10 bulan. John Hurum, ketua tim ilmuwan yang melaporkan temuan tersebut memberi nama spesimen tersebut Ida, diambil dari nama anak perempuannya yang baru berumur 6 tahun. Temuan berharga tersebut dilaporkan dalam jurnal online PLoS (Public Library of Services).

"Ia menyimpan banyak cerita. Kami baru saja memulai penelitian pada spesimen yang sangat bernilai ini," ujar John Hurum, ilmuwan dari University of Oslo Natural History Museum. Dilihat dari bentuk tubuhnya mungkin makhluk tersebut bukan nenek moyang langsung monyet atau kera besar. Namun, karakteristik tubuhnya memberi gambaran bahwa kemungkinan nenek moyang bangsa primata berbentuk seperti itu.

Beruntung para ilmuwan menemukan fosil makhluk tersebut dalam kondisi susunan tulang-belulang yang hampir lengkap sehingga diharapkan dapat mengungkap misteri makhluk misterius tersebut sesegera mungkin.

Sunday, May 24, 2009

Manusia Modern Biang Keladi Punahnya Neanderthal

Neanderthal adalah nenek moyang manusia yang paling populer. Hampir semua informasi tentang manusia purba itu telah terungkap, semisal mereka memiliki materi genetik yang 99,5 persen sama seperti manusia modern. Beberapa di antara manusia Neanderthal mempunyai rambut merah, dan kaum perempuannya mengalami sakit yang luar biasa ketika melahirkan, sama seperti manusia.

Kita juga mengetahui bahwa manusia purba yang laju pertumbuhannya lebih cepat daripada manusia, kecuali pertumbuhan otaknya, itu telah punah 30 ribu tahun silam. Meski begitu, tak ada yang bisa memastikan bagaimana mereka lenyap dari muka bumi. Beberapa ilmuwan menuding perubahan iklim penyebab musnahnya Neanderthal. Peneliti lain menduga kompetisi dengan manusialah yang memicu kepunahan neanderthal.

Kini seorang ilmuwan Prancis menyatakan bahwa manusia memang biang keladi hilangnya neanderthal. Fernando Rozzi, ilmuwan dari Centre National de la Recherche Scientifique, Paris, Prancis, mengatakan nenek moyang manusia modern telah memakan mereka.

Dia menyodorkan potongan tulang rahang Neanderthal sebagai bukti keganasan manusia modern. Tulang rahang Neanderthal itu memiliki tanda yang sama dengan sisa tulang-belulang rusa dan binatang lain yang dibantai manusia Zaman Batu. "Neanderthal menemui ajalnya di tangan kita, dan dalam beberapa kasus, kita telah memakan mereka," kata Rozzi.

Teori ini jelas kontroversial, namun hingga saat ini belum ada ilmuwan lain yang menanggapinya. Rozzi melaporkan temuannya dalam Journal of Anthropological Sciences edisi Mei.

Rozzi dan timnya mempelajari rahang dan gigi yang ditemukan dari gua Les Rois di barat daya Prancis. Situs itu mempunyai bukti adanya industri perkakas tulang dan batu dari masa 35 ribu tahun silam yang disebut Aurignacian, yang dibuat oleh manusia modern pertama di Eropa, atau Cro-Magnon.

Namun, jangan terburu-buru mengasihani manusia purba itu karena diperkirakan mereka juga mempraktekkan kanibalisme di masa sulit. Dalam studi terpisah pada 2006, Antonio Rosas dari Museo Nacional de Ciencias Naturales di Madrid menyatakan, ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Neanderthal dimakan oleh sesamanya. "Bukti itu berupa tengkorak dan tulang panjang yang dipatahkan untuk mengekstraksi sumsum yang sangat bernutrisi."

Sumber : www.tempointeraktif.com/hg/sains/2009/05/22/brk,20090522-177654,id.html